Rabu, 20 Mei 2015

Catatan Kuratorial





Catatan Kuratorial
IDENTITY International  Mail Art Exhibition


 M. Surya Gumilang

Memahami Identitas visual suatu karya dengan ruang yang berbeda, latar belakang seniman yang berbeda, tekhnik dan media yang berbeda, juga dengan pengangkatan konsep/ ide yang berbeda tersebut  akan lebih menawarkan warna apresiasi yang tidak sesederhana itu untuk dikonsumsumsi publik. Pameran yang bertajuk Identity International Mail Art Exhibition  ini menawarkan warna apresiasi seni rupa yang tidak biasa dilakukan oleh para pelaku kesenian yang identitas wilayahnya tidak jauh dengan ruang pelaksanaan  apresiasi. Sehingga pada  pemeran ini akan terlihat beberapa penghadiran karya-karya yang menawarkan wacana identitas kepada apresiator  berdasarkan kacamata pelaku seni  yang tidak akan lepas dari hasil kontruksi ideologi yang menempel pada tiap-tiap pelaku seni tersebut.
Mail art exhibition bukan hanya penghadiran pameran seni rupa melalui media surat saja, tapi penempatan surat disini adalah sebagai sambungan dari konsep identitas itu sendiri. Setiap surat memiliki identitasnya dan surat itupun membawa pesan tentang identitasnya. Dengan demikian dalam pameran seni rupa ini identitas –identita yang berbeda itu akan berkumpul dalam sebuah identitas baru, yaitu pameran seni rurat yang bertema kan identitas.  Misalnya saja  ketika identitas ruang yang berbeda pada  setiap Negara dan Kota  yang berbeda  disatukan kedalam satu ruang yang  sama,  maka ruang tersebut sudah membangun warna identitas dan ideologi yang  menawarkan pemahaman baru yang lebih beragam.
Yang menarik pada mail art exhibition  ini justru mencairnya identitas pemahaman tentang mail art itu sendiri. Pada pameran ini tidak sedikit para pengirim karya yang pengiriman karyanya sudah menembus kotak kekakuan, misalnya saja  ketika mengirim surat dimana isi surat tersebut dilipat dan dimasukan kedalam amplop, tapi disini pelaku seni lebih menekankan amplop yang mengikuti ukuran isi surat, mungkin saja untuk menghindari kerusakan karya dan tidak memaksakan  ukuran kertas yang besar tersebut harus masuk kedalam amplop yang kecil. Berbeda juga denga para pelaku seni yang menghadirkan  karyanya (isi amplop) tersebut dengan mengikuti amplop yang ukurannya  lebih kecil, sehingga harus melipat karyanya, hal tersebut bukan berarti juga kalau sebuah karya itu berkesan harus masuk atau  memaksakan ukuran amplop tersebut, justru penghadiran karya yang bersifat demikian itulah yang menjelaskan pemahannya bagaimana surat tersebut bukan hanya dikontruksi sebagai media kirim, tapi sudah direkontruksi sebagai satu kesatuan yang utuh sebagai konsep karya mail art tersebut.
Maka dalam Identity International Mail Art Exhibition ini para apresiator akan disuguhkan dengan identitas-identitas para pelaku seni dari berbagai daerah Kota juga Negara yang berbeda melalui estetika rupa dalam wujud satu kesatuan surat. Dengan demikian  publik/apresiator bisa merasakan masuk kewilayah satu ruang dengan ratusan identitas yang pada akhirnya melahirkan pemahaman bahwa sebegitu pentingnya multikulturalisme yang dihadirkan melalui identitas-identitas yang disuguhkan dalam kemasan mail art ini.







 
M. Surya Gumilang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar