![]() |
Catatan Kuratorial
IDENTITY International Mail Art Exhibition
IDENTITY International Mail Art Exhibition
M. Surya Gumilang
Memahami
Identitas visual suatu karya dengan
ruang yang berbeda, latar belakang seniman yang berbeda, tekhnik dan media yang
berbeda, juga dengan pengangkatan konsep/ ide yang berbeda tersebut akan lebih menawarkan warna apresiasi yang
tidak sesederhana itu untuk dikonsumsumsi publik. Pameran yang bertajuk Identity International Mail Art Exhibition ini menawarkan warna apresiasi seni rupa yang
tidak biasa dilakukan oleh para pelaku kesenian yang identitas wilayahnya tidak
jauh dengan ruang pelaksanaan apresiasi.
Sehingga pada pemeran ini akan terlihat
beberapa penghadiran karya-karya yang menawarkan wacana identitas kepada
apresiator berdasarkan kacamata pelaku
seni yang tidak akan lepas dari hasil
kontruksi ideologi yang menempel pada tiap-tiap pelaku seni tersebut.
Mail art exhibition bukan hanya penghadiran pameran seni
rupa melalui media surat saja, tapi penempatan surat disini adalah sebagai
sambungan dari konsep identitas itu sendiri. Setiap surat memiliki identitasnya
dan surat itupun membawa pesan tentang identitasnya. Dengan demikian dalam
pameran seni rupa ini identitas –identita yang berbeda itu akan berkumpul dalam
sebuah identitas baru, yaitu pameran seni rurat yang bertema kan identitas. Misalnya saja
ketika identitas ruang yang berbeda pada setiap Negara dan Kota yang berbeda
disatukan kedalam satu ruang yang
sama, maka ruang tersebut sudah
membangun warna identitas dan ideologi yang
menawarkan pemahaman baru yang lebih beragam.
Yang menarik pada mail
art exhibition ini justru mencairnya
identitas pemahaman tentang mail art
itu sendiri. Pada pameran ini tidak sedikit para pengirim karya yang pengiriman
karyanya sudah menembus kotak kekakuan, misalnya saja ketika mengirim surat dimana isi surat
tersebut dilipat dan dimasukan kedalam amplop, tapi disini pelaku seni lebih
menekankan amplop yang mengikuti ukuran isi surat, mungkin saja untuk
menghindari kerusakan karya dan tidak memaksakan ukuran kertas yang besar tersebut harus masuk
kedalam amplop yang kecil. Berbeda juga denga para pelaku seni yang
menghadirkan karyanya (isi amplop) tersebut
dengan mengikuti amplop yang ukurannya
lebih kecil, sehingga harus melipat karyanya, hal tersebut bukan berarti
juga kalau sebuah karya itu berkesan harus masuk atau memaksakan ukuran amplop tersebut, justru
penghadiran karya yang bersifat demikian itulah yang menjelaskan pemahannya
bagaimana surat tersebut bukan hanya dikontruksi sebagai media kirim, tapi
sudah direkontruksi sebagai satu kesatuan yang utuh sebagai konsep karya mail
art tersebut.
Maka dalam Identity
International Mail Art Exhibition ini para apresiator akan disuguhkan
dengan identitas-identitas para pelaku seni dari berbagai daerah Kota juga
Negara yang berbeda melalui estetika rupa dalam wujud satu kesatuan surat.
Dengan demikian publik/apresiator bisa
merasakan masuk kewilayah satu ruang dengan ratusan identitas yang pada
akhirnya melahirkan pemahaman bahwa sebegitu pentingnya multikulturalisme yang
dihadirkan melalui identitas-identitas yang disuguhkan dalam kemasan mail art ini.
